 The followings are 5 points you need to consider when you are selecting your wedding photographer: 1 The budget The very first thing you need to consider when choosing the photographer is your budget. A higher budget does not necessarily mean that you will have better photos or a better photographer. You should never make the decision only by the price. You may want to get some of the photos the photographers took in the past and see if they are reliable. Considering both the price and reliability will lead to a wise decision. 2 Hiring two photographers You should spend your money on two photographers instead of one. Two photographers who both charge you a low price can be better than one who charges you a lot. The reason for hiring two people is that even the best photographer may sometimes make mistakes but you can only have your wedding once. One real case is that I have a friend who works as a wedding photographer. He usually works on his own and in one case there was something wrong with his camera and he did not know that when he was taking the photos. He only realized the problem when the photos were all developed and printed. Due to the problem of the camera, the photos are all in a mess. In the above case it would be a lot safer if two photographers were hired. It will be really a rare case that the cameras of both of them are having problems. Some photo studios may offer packages of two or even three photographers and you should always ask if they will provide you with more than one photographer.
3 Personality of the photographer
A wedding photographer will need to meet many people and guests in your wedding. His or her personality should play an essential role in order to make your decision. A photographer with bad temper may ruin both your wedding and the wedding photos. Both of you and your guests will suffer if the photographer is very impolite. You will need to meet and talk with the photographer for a few times so that you can have a rough idea for her / his temper. Of course it is something you need to be careful but most photographers should have good tempers and be very polite.
4 The style
The forth point you need to consider is the style of the photos. Whether you will like snapshots or more journalistic style is totally up to you. However, it will be really a pity if you finally find the style of the photos is not what you like after the wedding. Making up your mind for the style beforehand is always a good idea. You can even hire photographers with different styles so that you can get collections of wedding photos in different styles. You should communicate with the photographers and take reference to their past works so that you can make your decision.
5 The photo album
You will certainly get photo albums from the photographer when the photos are developed and printed. You should take extra care on the quality of the albums. Quality here means both aesthetic and durability. The album should be beautiful. What is more important is that it should also be durable. You cannot imagine if the album becomes a mess after one or two years. The album should be something you will keep for your whole life. Again, you can ask the studios or photographers to give you samples of their albums so that you can evaluate if the albums they provide are of high quality. It is not very difficult to evaluate the photographers. Once you make up your mind, you should inform the photographer as soon as possible. Otherwise if he / she gets another job on the same day as your wedding, you may need to go through the whole process of selecting wedding photographer again!
Masalah jarak yang memisahkan antara para pelaksana akad nikah dalam pandangan syariah sangat mudah solusinya. Baik yang terpisah adalah pasangannya atau pun walinya, atau bahkan ketiga pihak yaitu calon suami, calon isteri dan wali semua terpisah jarak. Toh tetap masih dimungkinkan adanya akad nikah. Tetapi yang solusinya bukan nikah jarak jauh, melainkan solusinya adalah taukil atau perwakilan. Seorang ayah kandung dari anak gadis yang seharusnya menjadi wali dalam akad nikah dan mengucapkan ijab, dibenarkan dan dibolehkan untuk menunjuk seseorang yang secara syarat memenuhi syarat seorang wali. Dan penunjukannya boleh dilakukan secara jarak jauh, baik lewat surat tertulis atau pembicaraan telepon SLI, bahkan boleh lewatSMS, chatting, email, atau Video Conference 3.5 G. Cukup ditetapkan siapa yang akan menjadi wakil dari wali, yang penting tinggalnya satu kota dengan calon suami. Lalu dilakukanlah akad nikah secara langsung di satu majelis yang dihadiri oleh minimal 2 orang saksi laki-laki.Si wakil walimengucapkanijab yang bunyinya kira-kira: Saya sebagai wakil dari fulan (nama ayah si Gadis) menikahkan kamu (namacalon suami) dengan fulanah binti fulan (nama gadis dan nama ayahnya) dengan mahar sekian sekian." Lalu calon suami menjawab (qabul), kira-kira bunyinya:, "Saya terima nikahnya fulanah binti fulanah dengan mahar tersebut tunai." Dan akad itu sudah sah. Wakil Calon Suami Dan lebih menarik lagi, ternyata perwakilan itu bukan saja boleh dilakukan oleh wali kepada wakilnya, tetapi calon suami pun boleh pula mewakilkan dirinya kepada orang lain. Sehingga namanya menjadi wakil calon suami yang akan melakukan proses qabul. Misalnya seorang calon suami tidak mungkin bisa datang ke negara di mana ayah si gadis tinggal, sementara ayah di gadis pun tidak mau mewakilkan dirinya kepada orang lain. Berarti calon suami yang mengalah dan mewakilkan dirinya kepada seseorang yang tinggal di satu kota dengan ayah di gadis. Proses pewakilannya sama saja, boleh jarak jauh dan menggunakan berbagai teknologi informasi modern. Asalkan jangan pakai telepati saja, tidak sah karena tidak ada bukti otentik. Lalu si wakil calon suami melakukan akad nikah dengan ayah si gadis dan urusannya selesai. Masing-masing Mewakilkan Bahkan yang lebih fantastis lagi, ternyata kedua belah pihak pun masih dibenarkan untuk mengajukan wakil masing-masing. Sehingga yang melakukan akad nikah justru masing-masing wakilnya saja. Maka pernikahan jarak jauh bukanlah akad nikah dilakukan lewat telepon SLI atau yang lebih murah pakai VoIP, namun yang yang dilalkukan secara jarahk jauh adalah proses mewakilkannya. Sedangkan akad nikahnya harus dilakukan dalam satu majelis, face to face, meski hanya oleh wakil dari masing-masing. Dan untuk itu harus ada saksi yang memenuhi syarat. Syaratnya mudah dan sederhana, tidak harus keluarga, famili atau kerabat. Bahkan tidak kenal pun tidak apa-apa. Yang penting saksi adalah dua orang yang beragama Islam, laki-laki, berakal, sudah baligh, 'adil dan merdeka (bukan budak). Dan syarat saksi ini kira-kira sama dengan syarat orang yang berhak untuk menjadi wakil dari wali. Ahmad Sarwat, Lc  Bila dalam 1 tahun terdapat 52 weekends, mengapa tampaknya tidak terdapat 1 hari pun yang cocok untuk dijadikan hari pernikahan? Hal itu biasanya terjadi akibat banyaknya peraturan keluarga tentang hari baik, dan terlalu banyak orang yang ingin ikut campur. Bila hal itu sampai terjadi, mengapa harus bersikeras menjadikan hari Sabtu sebagai hari H? Mungkin anda merasa aneh untuk menjadikan hari biasa sebagai hari besar dalam hidup. Tetapi anda kan sudab tidak bersekolah lagi, dan biasanya hari biasa justru memhawa keuntungan tersendiri, sebab biaya sewa gedung atau ballmom hotel akan lebih murah dibandingkan bila anda menyewanya saat weekend. Jika anda bisa mendapatkan seluruh keuntungan dalam sekali tepuk, apa salahnya memilih hari biasa sebagai hari H? Langsung mendapat tempat saat book Pada kenyataannya, untuk mendapatkan hari pernikahan di akhir tahun atau awal musim panas (biasanya terjadi pada hulan Juni-Agustus), Anda harus memesannya paling tidak satu tahun sebelumnya. Maka menikah pada off peak day (bukan hari favorit) merupakan pilihan terbaik, sebab Anda tidak perlu berkompetisi dengan pasangan-pasangan lain yang mungkin menginginkan hari yang sama. Hari biasa berarti harga khusus Hotel, gedung atau restoran biasanva menawarkan harga khusus jika Anda memesan tempat bukan pada saat weekend atau hari libur. Percaya atau tidak, ternyata hari Jumat bisa menjadi pilihan utama sebagai pengganti hari Sabtu dan Minggu. Jangan korbankan hari penting lainnya Banyak kejadian penting yang jatuh pada hari Sabtu dan Minggu. Maka dengan memilih hari biasa untuk merayakan hari besar, Anda tidak perlu lagi mengorbankan hari pertunangan sepupu anda, atau turnamen bowling yang sudah anda tunggu selama 1 tahun. Perhatian pendeta atau penghulu hanya untuk anda Rumah ibadah biasanya mempunyai waktu yang terbatas pada hari Sabtu atau Minggu. Bisa jadi, hal tersebut dikarenakan banyaknva acara-acara yang ada. Apalagi pada saat nnenjelang hari raya. Maka bukan tidak mungkin, Anda malah tidak kebagian peluang. Dengan demikian, pilihan hari biasa akan lebih memudahkan pendeta atau penghulu untuk menyediakan waktu, dan mencurahkan perhatian penuh untuk pernikahan anda. Mendapatkan servis yang terbaik Akan lebih mudah mencari orang yang bisa membantu pernikahan Anda di hari biasa, karena umumnya mereka tidak memiliki kesibukan khusus. Sebagian besar florist akan mendelegasikan kreasi design kepada asistennya bila mendapatkan order terlalu banyak. Bila anda memberitahukan pernikahan akan berlangsung di hari biasa, anda pasti akan mendapatkan yang terbaik dan tidak perlu berebutan karangan bunga dekorasi atau hand bouquet dengan pasangan lain. Terutama pihak catering, banyak pendapat yang mengatakan bahwa hari Rabu atau Kamis merupakan hari yang tepat untuk memesani makanan, karena para Cheff dan staffnya akan memberikan seluruh waktunya agar lebih enjoy dan lebih fokus memasak. Mendapatkan suasana yang comfortable Umumnya pesta pernikahan banyak diadakan pada Sabtu dan Minggu, sehingga tamu yang datang terlihat terburu-buru karena harus menghadiri nesepsi serupa di tempat lain. Berbagai pendapat nnengatakan hahwa resepsi di hari biasa, jauh lebih menyenangkan, karena mereka bisa berpartisipasi untuk pesta pernikahan yang comfortable. Suasana yang diciptakannya pun bisa menjalin rasa akrab, lebih hangat dan alami.
Sumber : Majalah Bridal Ya, tentu anda sudah pernah mendengarnya. Bisa jadi anda mengerutkan dahi atau memandang sinis istilah kuno ini. Istilah ini pernah jadi juri yang kuat di masa lampau. Saking kuatnya, calon pengantin merasa tidak tahan terhadap ketiga juri ini. Mereka mengeluhkan kesulitan yang timbul akibat seleksi yang diisyaratkan sang juri. Akhirnya, bibit, bobot dan bebet menjadi istilah hambar dan leceh. Sekarang, tidak ada lagi yang menganut pertimbangan yang dibuat oleh ketiga juri ini. Kalaupun ada, mereka beresiko dicurigai sebagai ‘kolot’ atau berlebihan. Beberapa bahkan menganggapnya sebagai momok jahat yang harus dimusnahkan.
BIBIT Juri pertama ini mengharuskan seorang calon suami atau istri memiliki kesehatan lahir dan batin. Pendekatannya kelas, mental dan fisik seseorang harus diobservasi sedemikian rupa hingga jatuh pada putusan yang tepat. Observasi inilah yang sukar dijalankan. Ia harus merupakan kelompok kerja antara calon pengantin, orang tua, keluarga, dan kawan kawan dekatnta. Kesempurnaan dari putusan itu nantinya berupa kompromi antar beberapa anggota kelompok kerja. Si juri (bibit) cukup memberi arahan ke mana sebaiknya observasi berjalan. Alasannya tidak buruk, kecuali kalau anda berniat menikahi juara Para Olympic atau Cho Seung hui – dan anda menyatakan mencintai mereka sepenuh hati. BOBOT Juri kedua mengharuskan seorang calon suami atau istri memiliki budi pekerti dan sifat – sifat yang terpuji. Siapa yang keberatan dengan ini? Saya berani mengatakan kalau yang satu ini adalah mutlak. Syarat implisit yang juga terkandung di ‘bobot’ adalah kemampuan seseorang mengemban tanggung jawab sebagai suami atau istri. Ya! Ini syarat ekonomi. Disini sebagian orang akan berkeras untuk melupakannya. Sayangnya faktor kemampuan ekonomi membangun keluarga adalah penting. Dan ia memegang peran hampir 70% dari kasus perceraian. Artinya dibutuhkan komitmen baik itu jiwa, raga juga harta untuk membangun suatu ikatan perkawinan. Dari sini ada baiknya mulai memikirkan prenuptial agreement sebelum terlambat. Terlalu banyak contoh buruk tanpa juri ‘bobot’. Saya tidak bisa membela anda-kenapa anda menikah kalau begitu? BEBET Juri terakhir mengharuskan seorang calon suami atau istri adalah keturunan orang baik – baik. Baiklah, anda menganggap juri ‘bebet’ sebagai kebodohan kuno. Juri yang satu ini juga entah dari mana asalnya, sering diplesetkan sebagai: ‘memiliki keluarga yang kaya dan berada’. Tidak terlalu salah, tidak juga benar. Kekayaan dan keberadaan orang tua menunjukan perjuangan besar keturunan mereka dimasa lampau, dan ini adalah indikasi baik terhadapanak cucunya. Tidak terlalu benar karena orang kaya belum tentu orang baik ya! Dia maksud saya. Kalau orang tua dulu belum bisa menerjemahkan pesan juri ‘bebet’ ini secara ilmiah, kini Matt Ridley lewat bukunya Genome: The Autobiography of a Species in 23 Chapters, menjelaskannya secara gamblang. Ia membuktikan peran gen dan kromosomdalam heriditas genomial manusia menurunkan sifat – sifat dan karakter seseorang. Apa yang dimiliki si Ayah bisa jadi diwariskan pada putranya. Kalau begitu segera putuskan dia. Dia kan anak koruptor! Memang tidak ada yang bisa menjamin 3B akan meningkatkan kualitas pernikahan seseorang. Tidak ada yang bisa membuktikan kalau 3B perlu dan signifikan sebagai prasyarat pernikahan. Namun demikian, tidak juga ada jaminan tanpa 3B kehidupan pernikahan seseorang berjalan lebih baik.
Sumber : Le Mariage Perkawinan merupakan hari istimewa yang penuh kebahagiaan yang tak bisa dilupakan begitu saja terutama oleh mereka pengantin yang berbahagia dan juga keluarga. Tak lupa kita berterima kasih kepada para undangan yang telah turut bersama merasakan kegembiraan. Wujud ucap syukur pengantin kepada para undangan, adalah mempersembahkan cinderamata cantik sebagai kenangan dan juga tanda terima kasih atas kesediannya untuk hadir. Hal ini sudah menjadi tradisi yang kerap dilakukan pasangan pengantin. Koleksi souvenir itu sendiri beragam sekali macamnya, beberapa perusahaan yang bergerak di bidang jasa perkawinan ada yang memang secara khusus menyediakan koleksi untuk menjadi pilihan. Selain bentuknya, harganya pun beragam pula. Untuk memilih dengan cermat berikut kami berikan tips untuk membeli cinderamata perkawinan Anda. 1. Pilih yang sederhana Semakin sederhana modelnya semakin murah harganya. Karena nilai sebuah souvenir dipengaruhi oleh harga bahan serta tingkat kesulitan dalam proses pembuatannya. Untuk itu pilihlah yang bentuknya relatif kecil dengan desain yang lebih sederhana. Untuk lebih menghemat waktu, Anda bisa langsung memilih kreasi souvenir yang sudah tersedia di pasaran. Bisa Anda temukan di pasar modern ataupun di kaki lima, banyak sekali pilihan yang ditawarkan. Dengan turun langsung ke pasar seperti ini, bisa jadi akan memunculkan ide baru untuk membeli kreasi souvenir yang belum terpikir sebelumnya. Atau mungkin malah memberikan inspirasi untuk menciptakan kreasi sendiri. 2. Perhatikan Jumlah Memesan dalam jumlah yang banyak dapat menekan anggaran jika dihitung harga satuannya. Namun demikian alangkah lebih baiknya jika kita mempersiapkan jumlah souvenir itu 10 % lebih banyak dari total jumlah kebutuhan, hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi tambahan kebutuhan. Jangan sampai malah terjadi kekurangan pada waktunya. 3. Undangan = Cinderamata Ini tinggal kreasi Anda sendiri atau Anda bisa meminta contoh-contoh dari tempat Anda memesan undangan, banyak dari percetakan undangan yang bisa membuatkan undangan Anda sekaligus menjadi cinderamata. Anda bisa tentukan sendiri idenya atau meniru koleksi yang sudah ada plus sedikit modifikasi untuk memberikan kesan baru. Seperti misalnya, undangan yang juga dapat berfungsi sebagai kalender, memo, compact disc, bingkai photo, dan bentuk unik lainnya. Ini merupakan alternatif yang unik bukan? Selain itu tampilan istimewa pada undangan dapat membuat para undangan semakin antusias untuk menghadiri pesta perkawinan Anda.  | Musik | Oct 26, '07 12:11 PM for everyone |
Jangan sepelekan kehadiran dan pengaruh musik dalam pesta pernikahan Anda. Fungsinya bukan hanya bikin meriah, tapi juga menciptakan sekaligus mewarnai suasana. Lirik lagu pun memegang peranan penting. Malah bisa dikatakan hati-hati dengan lirik, It can be tricky! Lagunya bagus, tapi ternyata liriknya tentang patah hati atau tentang mencintai orang lain.
Tips sebelum memilih musik Pastikan tempat dan fasilitasnya.Tanyakan pada pengelola gedung atau hotel, musik apa yang bisa dengan mudah digelar di sana. Jangan sampai Anda sudah heboh memesan pergelaran musik kiasik, padahal sistem akustik di tempat resepsi tidak menunjang. Akibatnya, pertunjukan jadi tidak maksimal. Luangkan waktu untuk banyak menonton pertunjukkan musik. Entah itu dalam resepsi pernikahan, atau pergelaran di kafe dan panggung hiburan. Anda akan memperoleh inspirasi, menemukan kelebihan serta kekurangan, atau bahkan mendapat ide baru yang lebih cocok. Menonton musik akan membangkitkan apresiasi Anda, sehingga ide menuju pilihan musik bagi resepsi Anda tidak asal tembak. Anda bahkan dapat berbelanja Iangsung band pilihan Anda! Dekati orang-orang yang berkecimpung dalam bisnis event organizer atau wedding organizer.Tanyakan pada mereka seluk beluk menampilkan pergelaran musik. Biasanya mereka andal dalam menganalisa berbagai hal mengenal musik. Mulai dari budget, resiko, kapasitas listrik, sampai untung ruginya. Jika sudah memilih music vendor, usahakan berteman dekat dengan personilnya. Semakin mereka mengenal baik selera dan konsep pernikahan Anda, semakin mudah dan luwes mereka tampil. Terlebih jikaAnda menghadirkan musik lengkap, seperti musik kiasik, live band, Atau orkestra. Cobalah memilih lagu-lagu favorit yang umum, agar pesta Anda tidak menjadi asing. Anda bisa memulai dengan membuat list lagu favorit Anda, lalu keluarga dan sahabat-sahabat dekat. Dengan begitu, Anda menjadi yakin, lagu dan musik yang akan tampil di pesta Anda adalah selera banyak orang. Luangkan waktu untuk memperhatikan detil perlengkapan penampilan mereka. Misalnya, tanyakan dekor apa yang diperlukan untuk mendukung suasana. Apakah lighting pertu ditambah, atau perlu ada panggung setinggi sekian meter, atau justru jangan melakukan apa-apa. Ada banyak kasus, di mana personil musik menjadi kaget ketika mengetahui di hari H, pentas tempat mereka tampil sangat tidak layak. Mengenai sound system, perhatikan pula jumlah watt yang dibutuhkan untuk menghadirkan musik ini. Semakin banyak watt yang dibutuhkan, semakin besar pula biayanya.Jika perlu, tugaskanlah salah satu panitia yang mengerti tentang musik untuk mencek apakah betul jumlah watt yang diminta musisi sesuai dengan yang dibutuhkan. Jangan lupa akan pentingnya kontrak! Tanyakan secara jelas dan detil, apa saja yang akan mereka tawarkan, jam berapa mulai, jam berapa musisi sudah harus datang di tempat resepsi, dan seterusnya. Pastikan semuanya ada hitam di atas putih. Anda ingin mereka tampil menonjol? Jika begitu, Anda boleh berkreasi mendandani penampilan musik di pesta Anda secara khusus, bisa berupa kostum yang atraktif atau tambahan penari. Semua bergantung pada selera dan budget Anda!
Sumber : The Wedding Anda dan pasangan anda merencanakan sebuah acara pernikahan dengan mengundang tamu hanya 100 undangan, paling banyak. Saat ini yang terjadi adalah daftar tamu undangan yang ada sekitar 250 undangan. Dibawah ini adalah cara-cara bagaimana anda dapat meminimalkannya :
Lakukan Penyeleksian Cari tahu berapa banyak orang tua dan calon mertua membutuhkan undangan kemudian pilah-pilah dengan undangan yang sudah anda rencanakan sebelumnya. Jika daftar mereka melebihi dari undangan yang anda rencanakan, contoh 70 undangan menjadi lebih dari 100 undangan, lakukan pengurangan agar menjadi angka yang benar-benar anda inginkan. Lakukan Batasan untuk Semua Teman Kerja Meskipun semuanya dekat dengan anda (demi menjaga image dan keamanan). Keterbatasan Tempat Beritahu mereka bahwa anda hanya memiliki undangan yang terbatas dan katakan pada mereka bahwa anda akan sangat menghargai mereka jika mereka tidak menyebarkan undangan ini kepada semua orang. Lupakan Anak-Anak Hal ini sangatlah sulit, tetapi jika anda bisa tidak menyertakan anak-anak, anda akan sangat melihat perbedaan yang sangat drastis pada daftar undangan ini kepada semua orang. Bedakan dan Pilih Jika kedua orang tua mempelai tidak mau mengurangi daftar isi undangan, lakukan hal ini. Tanyakan kepada mereka untuk menggunakan data A dan data B. Daftar A berisi daftar catatan tamu-tamu yang paling dekat dengan mereka, daftar B adalah daftar tamu-tamu yang dianggap kurang penting. Kirimkan undangan daftar A, 2 bulan sebelum hari H dan dengan berat hati kirimkan kemudian daftar B. Pastikan bahwa daftar B dikirim paling tidak 1 bulan sebelum hari H sehingga para tamu tidak berfikir bahwa mereka diundang pada waktu yang tiba tiba atau undangan yang terakhir. Menyingkirkan "Tamu Tambahan" Tamu yang tidak memiliki tunangan atau pasangan dengan tujuan yang masih dalam jangka panjang diberikan kepastian tanggal undangan. Jangan Me-Maximumkan Kapasitas Meskipun ballroom anda dapat menampung lebih dari 150 undangan, jangan mamaksa kehendak untuk mengundang tamu sesuai dengan kapasitasnya. Disiplinkan diri jangan keluar dari rencana semula yaitu 100 undangan. Tentukan Tanggal RSPV Dua Minggu Sebelum Hari H Hal ini akan menyita waktu anda untuk menentukan jika terlambat RSV pers akan datang dan juga memerlukan untuk anda menentukan perlu tidaknya memesan meja tambahan. Tidak Ada Tamu Rombongan Dalam arti "Jika saya mengundang si A berarti saya juga harus mengundang geng-nya". Jika hal demikian maka lupakan semuanya. Rencana B Jika anda sampai tidak dapat mengurangi jumlah tamu yang diundang, mau tidak mau harus dipikirkan langkah yang lebih drastis. Pikirkan tentang resepsi yang sederhana dengan hanya mengundang pihak keluarga dan teman-teman dekat saja. Sumber : Brides Herworld Dalam perkawinan Cina, ada beberapa ritual acara yang dilakukan. Dari mulai lamaran sampai resepsi. Proses perkawinan Cina sendiri selama ini dilakukan menurut tradisi turun-temurun. Dimulai dari acara sanjit yang dilakukan beberapa hari sebelum resepsi. Sanjit merupakan seserahan dari pihak laki-laki pada pihak perempuan yang antara lain berisi koin emas, jamur, telur dan makanan khas Cina. Menurut tradisi Cina, setiap barang yang dibawa untuk sanjit mempunyai arti tersendiri.
Setelah upacara sanjit, dilakukan penataan kamar pengantin oleh orang tua. Ada kepercayaan beberapa orang untuk meminta anak kecil meloncat-loncat di atas tempat tidur pengantin. Hal ini menurut kepercayaan mereka mempunyai arti agar sang pengantin cepat mendapatkan keturunan. Meski tidak semua keluarga Cina menjalankan tradisi ini tetapi masih cukup banyak juga yang melakukannya. Kemudian pada hari pelaksanaannya, biasanya diadakan acara pengantin memasangkan jas kepada pengantin pria dilengkapi dengan sarung tangan.
Lalu ditambah juga dengan bunga tangan yang akan diberikan kepada pengantin wanita. Sedangkan di pihak pengantin wanita juga diadakan acara pelepasan. Acara pelepasan ini disambung dengan acara temon, yaitu acara penjemputan ke tempat mempelai wanita. Bagi keluarga yang masih mengikuti tradisi Cina dan punya kepercayaan sendiri, saat untuk temon biasanya diatur lebih dulu untuk mencari jam yang baik untuk penjemputan dan kapan waktu yang baik saat pengantin keluar rumah.
Tradisi lainnya saat temon, orang tua dan pengantin wanita tidak boleh langsung bertemu dengan pengantin pria. Biasanya yang menerima pada saat pengantin datang adalah wali yang ditunjuk oleh orang tua pengantin wanita. Tapi ada juga yang langsung diterima oleh orang tua. Sedangkan pada saat pengantin turun dan mobil sebaiknya dibukakan pintu oleh best man pengantin pria atau adik laki-laki pengantin wanita, jika mengikuti tradisi tersebut, adik laki-laki pengantin wanita akan memberikan jeruk pada pengantin pria. Sebaliknya pengantin pria memberikan angpau untuk adik laki-laki pengantin wanita. Hal tersebut mempunyai arti ucapan terima kasih. Pengantin pria dengan pengantin wanita pun tak boleh bertemu di ruang tamu, namun langsung ke kamar pengantin. Setelah pemberian hormat kepada orang tua, pengantin pria langsung dibawa ke kamar. Dilanjutkan dengan pemberian bunga untuk pengantin wanita dan sebaliknya pengantin pria dipasangkan corsage oleh pengantin wanita. Di saat yang sama diadakan acara makan onde. Acara ini juga tergantung pada keluarga mempelai kedua belah pihak. Ada yang masih mengikuti tradisi tersebut, ada juga yang tidak. Sesuai tradisi Cina, beberapa hari sebelum resepsi biasanya diadakan acara tea pai di rumah keluarga pengantin pria dan di rumah keluarga pengantin wanita. Tea pai merupakan acara minum teh yang dilakukan untuk memperkenalkan keluarga masing-masing dan menghormati orang yang dituakan. Saat ini tea pai dilakukan sore hari sebelum resepsi perkawinan. Biasanya pengantin langsung memakai baju pengantin internasional. Tapi jika diadakan beberapa hari sebelum resepsi, pengantin bisa memakai baju cheongsam khas Cina. Tradisi Cina lainnya, ada yang menambahkan angco dan gula batu pada teh yang akan diberikan pada pihak keluarga. Bersamaan dengan pemberian teh dan pengantin, pihak keluarga memberikan angpau pada pengantin. Untuk perkawinan Cina yang lebih modern, acara tea pai dilakukan pada hari yang sama dengan resepsi dan tidak lagi dilakukan temon. Pengantin langsung bertemu di gereja saat pemberkatan. Keseluruhan prosesi perkawinan Cina saat ini sudah lebih singkat dan dibuat lebih modern. Upacara sanjit misalnya, tak selalu dilakukan, begitupun ritual perkawinan bisa dipersingkat menjadi hanya sehari saja. Sumber : Majalah Dewi 
Kue pengantin merupakan pelengkap mata acara dan dekorasi, sehingga janggal rasanya bila kue tersebut terasa tidak match dengan tema pernikahan. Nah, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, pastikanlah Anda telah membaca tips berikut:
Siapkan Budget; Katakanlah terus terang pada baker yang Anda tuju mengenai budget yang disediakan untuk sebuah kue pengantin, sebab seorang baker yang berpengalaman mampu membuat yang kecil menjadi spesial dengan tambahan aksesoris yang sesuai dengan tema pernikahan Anda. Pesan Lebih Awal; Semua baker membutuhkan waktu untuk menyiapkan sebuah kue pengantin, hal ini terjadi karena mereka tak ingin mengecewakan Anda. Tapi ingat, yang datang padanya bukan hanya Anda, calon pengantin lain mungkin juga telah memesan. Makanya, pesanlah lebih awal, sebaiknya 6 bulan sebelumnya, agar wedding cake Anda terasa kesempurnaannya.
Lihat Portfolionya; Jangan pernah terlena oleh nama besar baker tersebut. Kadang ketenaran sering mengakibatkan ketidakpuasan pelanggan, karena mungkin saja secara tidak sengaja mereka menyepelekan Anda sehingga permintaan tidak sesuai dengan hasilnya. Pastikan keindahan estetika yang dimilikinya sesuai dengan selera Anda.
Detil Pernikahan; Seorang baker yang baik akan mendiskusikan karyanya terlebih dahulu agar match dengan tema pernikahan Anda. Ia mungkin akan menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan itu, mulai dari nuansa warna, rangkaian bunga, dekorasi hingga gaun Anda.
Cicipi Kuenya; Sebaiknya cicipi dahulu kuenya sebelum membeli, sebab belum tentu rasanya sesuai dengan selera Anda. Sebaiknya sih tinggalkan saja baker yang tidak mau memberikan kuenya untuk dicicipi. Anda tidak mau membeli kucing dalam karung, bukan?
Konsisten Rasa; Perbedaan rasa akan mempengaruhi cita-rasa kue secara keseluruhan, sehingga pastikan bahwa rasanya merupakan satu kesatuan yang lezat. Nggak semua orang menyukai paduan kelapa dengan keju. Fondant VS Butteraeam; Bentuk fondant atau permen mungkin menarik, terutama dengan ragam warnanya yang memikat, namun rasanya belum tentu seenak penampilannya. Sedangkan buttercream/hiasan dan mentega rasanya Hmm... yummy tapi ia gampang meleleh. Jika hal tersebut yang menjadi masalah, kompromikan saja. Anda dapat meletakan lapisan buttercream dibawah fondant.
Gum-Paste Flowers VS Bunga Segar; Gumpaste flowers/bunga tiruan yang terbuat dan adonan gum-paste umumnya lebih mahal dan bunga asli. Maklumlah. selain bentuknya harus sama dengan aslinya, adonan tersebut terdiri dari beberapa macam bahan. Namun bila Anda ingin meletakan bunga segar diatas kue, pastikan bahwa bunga tersebut telah bebas dan pestisida.
Biaya Kirim; Coba cari tahu bahwa biaya kirim sudah jadi satu dengan harga kue, biasanya sih mereka memberikannya dalam satu paket. Pastikan mobil yang mengirim kue tersebut full ac agar kue Anda tidak meleleh di jalan.
Pengiriman; Beritahukan pada baker jadwal resepsi Iengkap dengan alamat gedungnya,jangan sampai ia terlambat mengirim karena alamat yang diberikan tidak lengkap atau salah membaca jadwal. Pernikahan adalah sebuah momen yang akan dikenang sepanjang hidup seseorang. Bagaimana tidak, pernikahan menyatukan dua manusia menjadi satu keluarga. Pernikahan juga menyambung silaturahmi antara dua keluarga besar menjadi saudara. Tapi bukan berarti seluruh sumber daya finansial yang dimiliki dihabiskan hanya untuk sebuah acara pernikahan saja. Karena masih banyak pengeluaran lain setelah itu yang sebaiknya diprioritaskan. Seperti untuk membeli rumah dan kendaraan sendiri, serta dana pendidikan anak-anak nanti tentunya. Yang perlu dikhawatirkan oleh seseorang yang siap menikah bukanlah biaya untuk acara pernikahannya, melainkan biaya hidup setelah itu untuk bisa mandiri. Untuk bisa mendapatkan momen pernikahan yang indah, tidak harus dilakukan dengan mewah. Triknya adalah dengan mengantisipasi beberapa faktor yang sangat menentukan besar kecilnya biaya yang diperlukan. Di rumah atau sewa gedung? Kalau tidak mau repot, memang akan lebih baik kalau pernikahannya diadakan di gedung saja. Namun tentunya akan ada konsekuensi dari segi biaya. Yaitu adanya pos pengeluaran untuk membayar sewa gedung. Maka bisa jadi harga sewa gedung bisa menjadi pertimbangan utama dalam memilih gedung yang akan digunakan. Jangan sampai anggaran pernikahan Anda tersedot habis untuk biaya sewa gedung, karena masih banyak pengeluaran lain yang juga tidak kalah besarnya. Tapi jangan terkecoh dengan iklan biaya sewa gedung yang murah, tanyakan dulu fasilitas apa saja yang sudah termasuk dalam harga tersebut. Apakah sudah termasuk kursi dan lainnya. Lalu apakah ada tambahan untuk perizinan, listrik dan sebagainya. Dan ingat, biaya yang akan dikeluarkan bukan cuma untuk menyewa gedung saja melainkan juga untuk sarana pendukungnya seperti katering, dekorasi, dokumentasi dan sebagainya. Mau tidak mau Anda akan diminta untuk menggunakan katering atau dekorasi dari rekanan gedung tersebut. Tentunya harganya akan lebih mahal dibandingkan dengan harga di luar, bisa jadi pengelola gedung memasang standar harga yang relatif murah untuk sewa gedungnya tapi mematok harga yang cukup mahal untuk kateringnya. Jadi untuk membandingkan mana yang lebih murah, hitung biaya sewa, katering, dekorasi dan biaya tambahan lainnya juga. Selain itu, cermati juga kapasitas gedungnya. Tentunya Anda tidak ingin tamu undangan Anda berdesak-desakan karena gedungnya terlalu kecil. Pilih gedung yang memang bisa menampung undangan sebanyak yang direncanakan, tapi jangan juga memilih gedung yang terlalu besar. Selain biayanya lebih mahal, acaranya juga bisa terkesan sepi karena ruangannya terlihat kosong. Bukan cuma ukuran ruangannya lho yang harus dilihat, cermati juga kapasitas tempat parkiranya agar tidak menggangu lingkungan sekitar. Survey langsung dan lihat seberapa banyak kira-kira daya tampung tempat duduk, orang berdiri, dan parkirannya. Dengan anggaran terbatas, akan lebih ekonomis mengadakan acara pernikahannya di rumah saja. Memang sih, Anda akan lebih repot, tapi penghematannya juga bisa lumayan besar. Malah bisa jadi penentuan tempat di rumah atau di gedung adalah faktor pertama yang menentukan besar atau tidaknya biaya yang diperlukan. Apalagi kalau Anda punya keluarga besar yang bisa dengan senang hati membantu, kenapa tidak minta tolong saja kepada mereka. Saya percaya mereka tidak akan keberatan. Malah akan menjadi kebahagiaan mereka juga untuk bisa ikut berpartisipasi dalam acara pernikahan Anda. Jumlah Undangan Selain masalah gedung, faktor kedua yang paling penting untuk menentukan besar kecilnya biaya pernikahan adalah jumlah tamu yang diundang. Bukan cuma biaya cetak undangan saja yang diperhitungkan, jumlah tamu yang diundang juga akan mempengaruhi kapasitas gedung yang harus disewa, banyaknya makanan yang dipesan dan sebagainya.Tentunya tidak mungkin mengadakan pesta kecil-kecilan saja sedangkan Anda mengundang begitu banyak orang. Dan menjadi mubazir juga kalau mengadakan acara besar hanya untuk sedikit orang yang diundang. Acara pernikahan bukan cuma acaranya pasangan pengantin, tapi juga acara bagi kedua keluarga besar besan. Jangan lupa untuk menghitung jumlah yang akan diundang oleh pihak pengantin laki-laki, pengantin perempuan, dan kedua keluarga besan. Pastikan Anda sudah punya perkiraan jumlah undangan sebelum mencetak undangan dan memesan gedung. Akan lebih baik lagi kalau daftar namanya pun sudah siap. Wedding Organizer Terkadang untuk menyiapkan sendiri teknis acara pernikahan, akan menghabiskan banyak waktu dan perhatian. Padahal, masih banyak hal lain yang perlu disiapkan menghadapi hari H. Dan tentunya akan lebih merepotkan lagi kalau belum pernah menjadi panitia acara pernikahan sebelumnya,. Kalau mau praktis, Anda bisa memanfaatkan jasa wedding organizer. Bukan cuma acara di gedung saja, wedding organizer pun bisa membantu Anda untuk menyiapkan acara pernikahan yang diadakan di rumah. Memang akan ada tambahan dari segi biaya, tapi kalau pekerjaan yang mereka lakukan bisa banyak membantu Anda, rasanya tidak mengapa keluar lebih banyak uang untuk sesuatu yang memang berharga. Dan bukan tidak mungkin kalau total biaya yang harus dikeluarkan justru bisa dihemat. Karena mereka lebih berpengalaman, bisa jadi mereka sudah punya langganan yang bisa memberikan diskon atau punya konsep dekorasi yang bagus tapi tidak mahal. Lebih praktis dengan sistem paket Sebagian dari Anda mungkin merencanakan acara pernikahan dengan batasan anggaran. Artinya, Anda tidak mau pusing-pusing menghitung biaya yang harus dikeluarkan per item seperti undangan, dekorasi, gedung, katering, dan sebagainya. Sama dengan ketika memesan makanan di restoran fast food, daripada pusing memilih menu, pilih saja paket yang sudah ada. Yang menyediakan sistem paket ini biasanya selain wedding organizer juga hotel dan pengelola gedung. Harganya juga bervariasi, mulai dari 5 juta untuk yang sederhana sampai yang ratusan juta rupiah juga ada. Anda bisa memilih paket yang sudah tetap harganya. Atau bisa juga paket yang dihitung per orang. Untuk paket yang sudah tetap harganya, Anda bisa memilih sesuai dengan batasan anggaran, namun tentunya harus rela untuk membatasi undangan sesuai dengan paketnya. Sedangkan untuk paket per orang, Anda bisa lebih fleksibel menentukan berapa jumlah tamu yang akan diundang. Sedangkan untuk paket yang dihitung per orang, Anda bisa lebih fleksibel menentukan berapa jumlah tamu yang akan diundang. Tips Menghemat Biaya Pernikahan: - Gedung tak harus strategis Tujuan diadakannya acara pernikahan di gedung adalah untuk mendapatkan ruangan yang cukup besar menampung semua tamu dan tidak repot menyiapkannya. Tidak perlu gedung yang lokasinya sangat strategis agar tamu mudah menjangkaunya, karena tamu undangan memang sudah berniat untuk datang dimanapun lokasinya. Untuk menghemat biaya gedung, lokasinya mungkin tidak usah yang dipinggir jalan utama, yang penting mudah dicari dan aksesnya jalannya baik. Tidak usah juga gedung yang terlihat mewah karena toh nantinya juga akan didekor. Yang penting bisa menampung semua tamu undangan yang hadir. Bahkan kalau bisa, pilih gedung yang tidak komersil, dalam arti tidak disewakan secara khusus untuk mengadakan acara-acara tertentu. Mungkin Anda pernah menghadiri sebuah acara pernikahan di mesjid, gedung olah raga, atau mungkin balai warga di lingkungan rumahnya. Saya rasa tidak diterapkan tarif komersil untuk acara tersebut. Kalaupun harus membayar uang sewa, Anda tidak diharuskan memilih katering dan dekorasi dari rekanan pengelola yang tarifnya lebih mahal.
- Di rumah pun bisa lebih indah Acara pernikahan yang baik tidak harus di tempat yang mewah, rumah sendiri pun bisa disulap menjadi tempat acara yang indah. Ingat, faktor pertama yang mempengaruhi besar atau kecilnya biaya adalah tempat. Pernikahan di rumah sendiri bisa menghemat banyak pos pengeluaran seperti untuk sewa tempat dan katering. Bahkan di rumah pun bisa lebih indah, tinggal bagaimana kita mengaturnya saja. Kalau punya halaman luas, Anda bisa memasang tenda tertutup yang bisa menampung banyak tamu. Memang akan lebih mahal daripada tenda biasa yang terbuka, tapi tentunya masih lebih murah daripada menyewa gedung.
- Bijak memilah undangan Faktor kedua yang menentukan besar atau kecilnya biaya pernikahan adalah jumlah undangan. Kalau Anda dibatasi oleh kuota jumlah undangan, pilih dengan baik siapa saja yang akan diundang. Mulai dari yang terdekat, baru kemudian yang jauh. Dekat bisa dalam arti hubungan dan dekat dalam arti tempat tinggal. Kalau Anda mengadakan acara akad nikah dan resepsi yang terpisah, hal ini bisa menyiasati banyaknya tamu yang diundang. Undang kerabat, tetangga dan teman-teman di lingkungan sekitar untuk menghadiri acara akad nikah yang diadakan di rumah. Sedangkan sisanya yang tidak tinggal dekat dengan rumah bisa diundang untuk menghadiri resepsinya di gedung.
- Variatif menghidangkan makanan Tidak perlu banyak-banyak memesan makanan, yang penting bervariasi. Daripada terlalu banyak menaruh makanan di meja prasmanan utama. Akan lebih baik membuat banyak tempat makanan kecil-kecil yang terpisah dengan hidangan yang berbeda-beda. Selain mengurangi antrian, para undangan juga tidak akan merasa kehabisan makanan karena bervariasinya hidangan.
- Masih bisa didiskon Walaupun Anda memilih harga paket, tidak usah sungkan untuk minta diskon. Atau ketika memesan katering, walaupun harganya sudah jelas tertera di brosur, bukan berarti tidak bisa didiskon lho. Negosiasi saja dengan pengelola kateringnya untuk diberikan diskon. Dan perhatikan dengan baik kredibilitas pengelola katering, karena Anda tidak bisa betul-betul menghitung apakah porsi yang dihidangkan sesuai dengan pesanan.
Sumber: Perencana Keuangan Dalam Undang-undang nomor l tahun 1974 terkandung beberapa prinsip untuk menjamin cita-cita luhur perkawinan, yaitu asas sukarela, partisipasi keluarga, poligami dibatasi secara ketat, dan kematangan fisik dan mental calon mempelai. Sebagai realisasi dari pada asas sukarela maka perkawinan harus berdasarkan atas persetujuan kedua calon mempelai. Oleh karena itu setiap perkawinan hares mendapat persetujuan kedua calon mempelai, tanpa adanya paksaan dari pihak manapun. Dengan demikian dapat dihindari terjadinya kawin paksa Untuk itu diisi Surat Persetujuan Mempelai (model N3). Perkawinan merupakan peristiwa penting dalam kehidupan seseorang, karena ia akan memasuki dunia baru, membentuk keluarga sebagai unit terkecil dari keluarga besar bangsa Indonesia yang religius dan kekeluargaan, maka diperlukan partisipasi keluarga untuk merestui perkawinan itu. Oleh karena itu, bagi yang berada di bawah umur 21 tahun baik pria maupun wanita diperlukan izin dari orang tua. Untuk itu perlu diisi Surat Izin orang tua dengan formulir model N5. Dalam keadaan orang tua tidak ada, maka izin diperoleh dari wali, orang yang memelihara atau keluarga dalam garis keturunan lurus ke atas. Akhirnya izin dapat diperoleh dari Pengadilan, apabila karena suatu dan lain sebab izin tidak dapat diperoleh dari wali. orang yang memelihara atau keluarga tersebut di atas. Perkawinan menurut Undang-undang No. 1 tahun 1974 menganut asas monogami. Apabila dikehendaki oleh yang bersangkutan karena hukum dan agamanya mengizinkan seorang suami dapat beristri lebih dari seorang Namun demikian hal itu, hanya dapat dilakukan apabila dipenuhi persyaratan tertentu dan memperoleh izin dari pengadilan Agama. Prinsip kematangan calon mempelai dimaksudkan bahwa calon suami istri harus telah matang jasmani dan rohani untuk melangsungkan perkawinan, agar supaya dapat memenuhi tujuan luhur dari perkawinan dan mendapat keturunan yang baik dan sehat. Oleh karena itu harus dicegah adanya perkawinan di bawah umur. Di samping itu perkawinan mempunyai hubungan erat dengan masalah kependudukan. Ternyata bahwa batas umur yang lebih rendah bagi wanita untuk kawin mengakibatkan laju kelahiran yang lebih tinggi. Oleh karena itu ditentukan batas umur untuk kawin yaitu 19 tahun bagi pria dan 16 tahun bagi wanita. Bahkan dianjurkan perkawinan itu dilakukan pada usia sekitar 25 tahun bagi pria dan 20 tahun wanita. Namun demikian dalam keadaan yang sangat memaksa (darurat), perkawinan di bawah batas umur minimum sebagaimana ditentukan dalam Undang-undang Perkawinan tersebut dimungkinkan. setelah memperoleh dispensasi dari Pengadilan atas permintaan orang tua. Sumber: Depag RI
Pemesanan gedung diperlukan waktu jauh jauh sebelum hari ‘H ‘, untuk dikota besar seperti Jakarta umumnya 3 – 6 bulan untuk mencari waktu yang ingin ditetapkan , dengan cara mem “booking ‘ gedung / hotel dan diharuskan membayar DP atau uang muka dari sewa gedung /hotel yang dipilih apakah itu Gedung pertemuan , Mesjid , Gereja atau Hotel dan disesuaikan dengan kapasitas ruangan yang cukup dari jumlah tamu yang akan diundang, besarnya uang muka antara 50% - 75% saat pemesanan dan sisanya dilunasi minimal 2 minggu sebelum acara. anda bisa melihat kebijakan ini di masing-masing gedung. Menjadi pertimbangan juga atas pemilihan lokasi sedapat mungkin mudah dijangkau oleh kendaraan umum dan berada ditengah (kota) hingga memudahkan para tamu undangan mencari tempatnya. Kita bisa mengetahui gedung mana yang berkelas I , II atau yang biasa dari beberapa type menurut klasifikasi gedung /hotel yang ada dalam brosur, yang pasti biaya sewa pun bervariasi.
Pihak Catering biasanya bekerja sama dengan pihak pengelola Gedung tapi untuk Hotel, makanan atau minuman yang dipesan harus dari Hotel itu sendiri jika ingin Catering dari luar Hotel biasanya akan dikenakan charge sesuai peraturan di Hotel itu . Pada upacara ini kembar mayang akan dibawa keluar rumah dan diletakan di persimpangan dekat rumah yang tujuannya untuk mengusir roh jahat. Kembar mayang adalah karangan bunga yang terdiri dari daun-daun pohon kelapa yang ditancapkan ke sebatang tanggul kelapa. Dekorasi ini memiliki makna yang luas: - Berbentuk seperti gunung, tinggi dan luas, melambangkan seorang laki-laki harus berpengetahuan luas, berpengalaman, dan sabar.
- Hiasan menyerupai keris, pasangan harus berhati-hati di dalam hidup mereka.
- Hiasan menyerupai cemeti, pasangan harus selalu berpikir positif dengan harapan untuk hidup bahagia.
- Hiasan menyerupai payung, pasangan harus melindungi keluarga mereka.
- Hiasan menyerupai belalang, pasangan harus tangkas, berpikir cepat dan mengambil keputusan untuk keselamatan keluarga mereka.
- Hiasan menyerupai burung, pasangan harus memiliki tujuan hidup yang tinggi.
- Daun beringin, pasangan harus selalu melindungi keluarga mereka dan orang lain.
- Daun kruton, melindungi pasangan pengantin dari roh-roh jahat.
- Daun dadap serep, daun ini dapat menjadi obat turun panas, menandakan pasangan harus selalu berpikiran jernih dan tenang dalam menghadapi segala permasalahan (menenangkan perasaan dan mendinginkan kepala).
- Bunga Patra Manggala, digunakan untuk mempercantik hiasan kembar mayang.
Sebagai hiasan, sepasang kembar mayang diletakkan di samping kanan dan kiri tempat duduk pengantin selama resepsi pernikahan. Kembar mayang hanya digunakan jika pasangan pengantin belum pernah menikah sebelumnya. Setelah itu pengantin laki-laki (dengan ditemani kerabat dekatnya (orang tuanya tidak boleh menemaninya dalam acara ini) tiba di depan gerbang rumah pengantin perempuan dan pengantin perempuan keluar dari kamar pengantin dengan diapit oleh dua orang tetua perempuan dan diikuti dengan orangtua dan keluarganya. Di depannya dua anak perempuan (yang disebut Patah) berjalan dan dua remaja laki-laki berjalan membawa kembar mayang dan kemudian melanjutkan upacara dengan melakukan beberapa ritual: Balangan Suruh Pada saat jarak mereka sekitar tiga meter, mereka saling melempar tujuh bungusan yang berisi daun sirih, jeruk, yang ditali dengan benang putih. Mereka melempar dengan penuh semangat dan tertawa. Dengan melempar daun sirih satu sama lain, menandakan bahwa mereka adalah manusia, bukan makhluk jadi-jadian yang menyamar jadi pengantin. Selain itu ritual ini juga melambangkan cinta kasih dan kesetiaan. Wiji Dadi Mempelai laki-laki menginjak telur ayam hingga pecah dengan kaki kanan, kemudian pengantin perempuan akan membasuh kaki sang suami dengan air bunga. Proses ini melambangkan seorang suami dan ayah yang bertanggung jawab terhadap keluarganya dan istri yang taat melayani suaminya Pupuk Ibu pengantin perempuan yang mengusap pengantin laki-laki sebagai tanda ikhlas menerimanya sebagai bagian dari keluarga. Sindur Binayang Di dalam ritual ini ayah pengantin perempuan menuntun pasangan pengantin ke kursi pelaminan, ibu pengantin perempuan menyampirkan kain sindur sebagai tanda bahwa sang ayah menunjukkan jalan menuju kebahagiaan dan sang ibu memberikan dukungan moral. Timbang / Pangkon Di dalam ritual ini pasangan pengantin duduk di pangkuan ayah pengantin perempuan, dan sang ayah akan berkata bahwa berat mereka sama, berarti bahwa cinta mereka sama-sama kuat dan juga sebagai tanda kasih sayang orang tua terhadap anak dan menantu sama besarnya. Tanem Di dalam ritual ini ayah pengantin perempuan mendudukkan pasangan pengantin di kursi pengantin sebagai tanda merestui pernikahan mereka dan memberikan berkat. Tukar Kalpika Mula-mula, pengantin pria meninggalkan kamarnya dengan diapit oleh anggota laki-laki keluarga (saudara laki-laki dan paman-paman). Seorang anggota keluarga yang dihormati terpilih untuk berperan sebagai kepala rombongan. Pada waktu yang sama, pengantin perempuan juga meninggalkan kamar sambil diapit oleh bibi-bibinya untuk menemui pengantin pria. Sekarang kedua pengantin duduk di meja dengan wakil-wakil dari masing-masing keluarga, dan kemudian saling menukarkan cincin sebagai tanda cinta. Kacar-kucur / Tampa Kaya / Tandur Dengan bantuan Pemaes, pasangan pengantin berjalan dengan memegang jari kelingking pasangannya, ke tempat ritual kacar-kucur atau tampa kaya. Pengantin pria akan menuangkan kacang kedelai, kacang tanah, beras, jagung, beras ketan, bunga dan uang logam (jumlahnya harus genap) ke pangkuan perempuan sebagai simbol pemberian nafkah. Pengantin perempuan menerima hadiah ini dengan dibungkus kain putih yang ada di pangkuannya sebagai simbol istri yang baik dan peduli. Dahar Kembul / Dahar Walimah Kedua pengantin saling menyuapi nasi satu sama lain yang melambangkan kedua mempelai akan hidup bersama dalam susah dan senang dan saling menikmati milik mereka bersama. Pemaes akan memberikan sebuah piring kepada pengantin perempuan (berisi nasi kuning, telur goreng, kedelai, tempe, abon, dan hati ayam). Pertama-tama, pengantin pria membuat tiga bulatan nasi dengan tangan kanannya dan menyuapkannya ke mulut pengantin perempuan. Setelah itu ganti pengantin perempuan yang menyuapi pengantin pria. Setelah makan, mereka lalu minum teh manis. Rujak Degan Acara pembuka untuk anak pertama, memohon supaya segera memiliki anak. Rujak degan artinya agar dalam pernikahan selalu sehat sejahtera. Bubak Kawah Acara perebutan alat-alat dapur untuk anak pertama. Artinya agar pernikahan keduanya sehat dan sejahtera. Tumplak Punjen Acara awal untuk anak bungsu. Artinya segala kekayaan ditumpahkan karena menantu yang terakhir. Mertui Orang tua pengantin perempuan menjemput orang tua pengantin laki-laki di depan rumah untuk berjalan bersama menuju tempat upacara. Kedua ibu berjalan di muka, kedua ayah di belakang. Orangtua pengantin pria duduk di sebelah kiri pasangan pengantin, dan sebaliknya. Sungkeman Kedua pengantin bersujud memohon restu dari masing-masing orangtua. Pertama-tama ayah dan ibu pengantin perempuan, kemudian baru ayah dan ibu pengantin pria. Selama sungkeman, Pemaes mengambil keris dari pengantin pria, dan setelah sungkeman baru dikembalikan lagi.
Disadur dari berbagai sumber.
Acara ini dilakukan pada malam hari sesudah siraman. Midodaren berarti menjadikan sang pengantin perempuan secantik dewi Widodari. Pengantin perempuan akan tinggal di kamarnya mulai dari jam enam sore sampai tengah malam dan ditemani oleh kerabat-kerabatnya yang perempuan. Mereka akan bercakap-cakap dan memberikan nasihat kepada pengantin perempuan. Orangtua pengantin perempuan akan memberinya makan untuk terakhir kalinya, karena mulai besok ia akan menjadi tanggung jawab suaminya. Peningsetan Peningsetan yang berasal dari kata 'singset' atau langsing, memiliki arti untuk mempersatukan; Kedua keluarga mempelai setuju untuk kedua anak mereka disatukan dalam tali pernikahan. Keluarga pengantin pria datang berkunjung ke kediaman keluarga pengantin perempuan membawa berbagai macam hadiah: - Satu set Suruh Ayu (semacam daun yang wangi), mendoakan keselamatan.
- Pakaian batik dengan motif yang berbeda-beda, mendoakan kebahagiaan.
- Kain kebaya, mendoakan kebahagiaan.
- Ikat pinggang kain (setagen) bewarna putih, melambangkan kemauan yang kuat dari mempelai perempuan
- Buah-buahan, mendoakan kesehatan.
- Beras, gula, garam, minyak, dll, melambangkan kebutuhan hidup sehari-hari.
- Sepasang cincin untuk kedua mempelai.
- Sejumlah uang untuk digunakan di acara pernikahan.
Acara ini disebut juga acara serah-serahan - bisa diartikan sang calon mempelai perempuan 'diserahkan' kepada keluarga calon mempelai pria sebagai menantu mereka atau calon mempelai pria nyantri di kediaman keluarga calon mempelai perempuan. Pada masa kini, demi alasan kepraktisan, kedua belah pihak kadang-kadang dapat berbicara langsung tanpa upacara apapun. Selain menghemat waktu dan uang, juga langsung pada pokok persoalan. Sesajian untuk upacara midodaren: - Nasi dimasak dengan santan.
- Ayam inkung yang telah dimasak
- Bumbu sayuran
- Kembang telon
- Teh dan kopi pahit
- Minuman kelapa muda dengan gula kelapa
- Lampu lentera yang dinyalakan
- Kembang setaman
- Lemper, kue
- Pisang Raja
- Rokok dan kretek
Barang-barang yang ditaruh di kamar pengantin: - Satu set Kembar Mayang.
- Dua kendi yang diisi bumbu, jamu, beras, kacang, dll, dan ditutupi kain batik.
- Dua kendi yang berisi air kembang setaman ditutupi daun dadap serep.
- Ukub yaitu sebuah nampan berisi wangi-wangian daun dan bunga yang diletakkan di bawah tempat tidur.
- Suruh Ayu
- Kacang
- Tujuh macam kain tradisional.
Makanan sesajian dapat dikeluarkan dari kamar setelah tengah malam. Sanak keluarga dan para tamu dapat memakannya. Pada jaman dahulu, acara temu keluarga antara kedua keluarga pengantin dilakukan setelah tengah malam, namun sekarang ini, dengan alasan kepraktisan, kedua keluarga dapat bertemu seperti yang disebutkan di atas. Nyantri Selama acara midodaren berlangsung, calon mempelai pria tidak boleh masuk menemui keluarga calon mempelai perempuan. Selama keluarganya berada di dalam rumah, ia hanya boleh duduk di depan rumah ditemani oleh beberapa teman atau anggota keluarga. Dalam kurun waktu itu, ia hanya boleh diberi segelas air, dan tidak diperbolehkan merokok. Sang calon mempelai pria baru boleh makan setelah tengah malam. Hal itu merupakan pelajaran bahwa ia harus dapat menahan lapar dan godaan. Sebelum keluarganya meninggalkan rumah tersebut, kedua orangtuanya akan menitipkan anak mereka kepada keluarga calon mempelai perempuan, dan malam itu sang calon mempelai pria tidak akan pulang ke rumah. Setelah mereka keluar dari rumah dan pulan, calon mempelai pria diijinkan masuk ke rumah namun tidak diijinkan masuk ke kamar pengantin. Calon mertuanya akan mengatur tempat tinggalnya malam itu. Ini disebut dengan Nyantri. Nyantri dilakukan untuk alasan keamanan dan praktis, mengingat bahwa besok paginya calon pengantin akan didandani dan dipersiapkan untuk acara Ijab dan acara-acara lainnya. Disadur dari berbagai sumber.

Acara yang dilakukan pada siang hari sebelum Ijab atau upacara pernikahan ini bertujuan untuk membersihkan jiwa dan raga. Siraman biasanya dilakukan di kamar mandi atau taman keluarga masing-masing dan dilakukan oleh orang tua atau wakil mereka.
Ada tujuh Pitulungan atau penolong (Pitu artinya tujuh)- biasanya tujuh orang yang dianggap baik atau penting - yang membantu acara ini. Airnya merupakan campuran dari kembang setaman yang disebut Banyu Perwitosari yang jika memungkinkan diambil dari tujuh mata air dan melambangkan kehidupan. Keluarga pengantin perempuan akan mengirim utusan dengan membawa Banyu Perwitosari ke kediaman keluarga pengantin pria dan menuangkannya di dalam rumah pengantin pria. Acara siraman diawali oleh orang tua dan ditutup oleh Pemaes yang kemudian dilanjutkan dengan memecahkan kendi. Banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum acara dimulai: - Tempat air dari perunggu atau tembaga yang berisi air dari tujuh mata air.
- Kembang setaman yaitu bunga-bunga seperti mawar, melati, cempaka, kenanga, yang ditaruh di air.
- Aroma lima warna yang digunakan sebagai sabun.
- Sabun cuci rambut tradisional dari abu dari merang, santan, dan air asam Jawa.
- Gayung yang berasal dari kulit kelapa sebagai ciduk air.
- Kursi yang dilapisi tikar, kain putih, dedaunan, kain lurik untuk tempat duduk pengantin selama prosesi berlangsung.
- Kain putih untuk dipakai selama upacara siraman.
- Baju batik untuk dipakai setelah uparaca siraman.
- Kendi.
- Sesajian
 Sesajian merupakan hal yang dianggap penting dalam upacara Jawa. Sesajian untuk siraman terdiri dari berbagai macam sajian: - Tumpeng Robyong, nasi kuning dengan hiasan-hiasan.
- Tumpeng Gundhul, nasi kuning tanpa hiasan.
- Makanan seperti ayam, tahu, telur.
- Buah-buahan seperti pisang dan lain-lain.
- Kelapan muda.
- Tujuh macam bubur.
- Jajanan seperti kue manis, lemper, cendol.
- Seekor ayam jago
- Lampu lentera
- Kembang Telon - tiga macam bunga (kenanga, melati, cempaka).
Urut-urutan acara siraman adalah sebagai berikut: - Pengantin pria / perempuan dengan rambut terurai keluar dari kamarnya diiringi oleh orangtuanya masing-masing.
- Pengantin tersebut berjalan menuju tempat siraman.
- Beberapa orang berjalan di belakang mereka membawa baju batik, handuk, dan sebagainya.
- Pengantin tersebut duduk di kursi dan memanjatkan doa.
- Sang ayah memandikan sang pengantin, disusul oleh sang ibu.
- Sang pengantin duduk dengan kedua tangan diletakkan di depan dalam posisi berdoa.
- Mereka menuangkan air ke atas tangannya dan sang pengantin berkumur tiga kali.
- Lalu mereka menuangkan air ke atas kepalanya, muka, telinga, leher, tangan dan kaki masing masing tiga kali.
- Setelah orangtua menyelesaikan prosesi siraman disusul oleh empat orang lain yang dianggap penting.
- Orang terakhir yang memandikan sang pengantin adalah Pemaes atau orang lain yang dianggap spesial. Sang pengantin dimandikan dengan sabun dan shampo (secara simbolik).
- Setelah itu acara pecah kendi yang dilakukan oleh ibu pengantin perempuan.
- Sang pengantin akan mengenakan baju batik kemudian diiringi kembali ke kamar pengantin dan bersiap siap untuk acara Midodaren

Kendi yang digunakan untuk siraman diambil. Ibu pengantin perempuan atau Pameas(untuk siraman pengantin pria) atau orang yang terakhir akan memecahkan kendi dan mengatakan: "Wis Pecah Pamore" - artinya sekarang sang pengantin siap untuk menikah. Acara memotong sedikit rambut pengantin perempuan dan potongan rambut tersebut ditanam di rumah belakang. Setelah acara Siraman, pengantin perempuan duduk di dalam kamarnya. Pemaes lalu mengeringkan rambutnya dan memberi pewangi di rambutnya. Rambutnya lalu disisir dan digelung atau dibentuk konde. Setelah Pameas mengeringkan wajah dan leher sang pengantin, lalu ia mulai mendandani wajah sang pengantin. Lalu sang pengantin akan dipakaikan baju kebaya dan kain batik. Sesajian untuk upacara Ngeriksiraman. Biasanya supaya lebih mudah sesajian untuk siraman digunakan / dimasukkan ke kamar pengantin dan dipakai untuk sesajian upacara Ngerik. pada dasarnya sama untuk acara Kedua orangtua pengantin perempuan menggendong anak mereka yang melambangkan ngentaske artinya mengentaskan seorang anak  Kedua orangtua pengantin wanita berjualan minuman dawet yaitu minuman manis khas Solo, tujuannya agar banyak tamu yang datang. Penyerahan pisang sanggan berupa gedung ayu suruh ayu sebagai tebusan atau syarat untuk pengantin perempuan. Sebagai tanda agar kehidupan mendatang menjadi orang berguna dan tak kurang suatu apapun. Sebagai tanda melepaskan anak dengan penuh ikhlas. Acara tukar menukar kembang mayang diawali tukar menukar manuk cengkir gading, sebagai simbol agar kedua pengantin menjadi pasangan yang berguna bagi keluarga dan masyarakat.
Disadur dari berbagai sumber. Sesuai dengan adat istiadat Jawa, untuk calon ibu yg sedang mengandung anak pertama dan usia kehamilan memasuki bulan ke 7, dilaksanakan upacara nujuh bulanan (mitoni) sebagai upacara syukuran agar janin yg sedang dikandung senantiasa memperoleh keselamatan. Adapun bagian dari upacara mitoni ini terdiri dari : Sungkeman Yaitu calon ibu & ayah sungkem kepada ke 2 orang tua, memohon doa restu kiranya kehamilan ini bisa berjalan dengan lancar sampai dengan persalinan nantinya. Siraman (mandi kembang dari 7 mata air yg berbeda ) Mempunyai makna pernyataan tanda pembersihan diri, baik fisik maupun jiwa calon ibu sehingga kelak melahirkan anak tidak mempunyai beban moral sehingga proses kelahirannya menjadi lancar. 7 orang wakil keluarga yg dituakan dipilih untuk melakukan siraman. Bagi yg menyiram akan diberikan souvenir cantik berisi 7 macam pernak-pernik yg dikemas cantik. Isinya (biasanya) berupa: pensil, handuk, sisir, benang, sermin, jarum, dan sabun. Memasukkan telor ayam kampung ke dalam kain Upacara memasukkan telor ayam kampung ke dalam kain (sarung) si calon ibu oleh calon ayah dari atas perut lalu telur dilepas, sebagai simbol harapan agar bayi lahir dengan mudah tanpa aral melintang. Juga mempunyai makna kalau telur pecah artinya bayinya kelak perempuan, dan kalau telurnya tidak pecah artinya kelak bayinya laki2.
Upacara brojolan Yaitu memasukkan sepasang cengkir (kelapa muda) yang telah digambari Kamajaya dan Dewi Ratih (Secara simbolis gambar Kamajaya dan Dewi Ratih, tokoh ideal orang Jawa, melambangkan kalau si bayi lahir akan elok rupawan dan memiliki sifat-sifat luhur seperti tokoh yang digambarkan tersebut) ke dalam sarung dari atas perut calon ibu ke bawah, yang dilakukan oleh nenek calon bayi (ibunda calon ibu) dan diterima oleh Mama mertua. Makna simbolis dari upacara ini adalah agar kelak bayi lahir dengan mudah tanpa kesulitan. Kedua kelapa itu lalu digendong ibunda calon ibu dengan kain layaknya menggendong bayi. Lalu calon ayah mengambil salah satu kelapa yg digendong ibunda calon ibu tanpa boleh melihat, jika yg diambil kelapa bergambar Dewi Ratih kelak anaknya perempuan dan kalau yg diambil bergambar Kamajaya kelak anaknya laki2. Lalu kelapa ini dibelah oleh calon ayah, cara membelah nya juga menunjukkan jenis kelamin calon bayi. Jika membelahnya tidak tepat di tengah, maka menunjukkan berjenis kelamin perempuan. Upacara memutus lilitan janur/lawe yang dilingkarkan di perut calon ibu. Lilitan ini harus diputus oleh calon ayah dengan maksud memutuskan segala bencana yang menghadang kelahiran bayi sehingga kelahiran berjalan dengan lancar. Upacara ganti busana dengan 7 buah motif kain yang berbeda. Dengan harapan agar kelak si bayi juga memiliki kebaikan-kebaikan yang tersirat dalam lambang kain2 tersebut. Tiap tamu akan ditanya oleh ibu pemandu upacara apa calon ibu sudah cocok memakai kain tersebut, dan serempak para tamu akan menjawab ”Beluuuuuuumm”..sampai dengan kain ke 7, baru ”Sudah panteeeeesss.......” Nanti nya dengan kain ke 7 yg sudah pantas itu, calon ibu didandani oleh perias untuk mengenakan kebaya dan motif yg terbaik lengkap dengan riasan yg cantik juga, untuk selanjutnya akan berjualan rujak bersama suami.
Motif kain tersebut adalah: - sidomukti (melambangkan kebahagiaan), - sidoluhur (melambangkan kemuliaan), - truntum (melambangkan agar nilai-nilai kebaikan selalu dipegang teguh), - parangkusuma (melambangkan perjuangan untuk tetap hidup), - semen rama (melambangkan agar cinta kedua orangtua yang sebentar lagi menjadi bapak-ibu tetap bertahan selma-lamanya/tidak terceraikan), - udan riris (melambangkan harapan agar kehadiran dalam masyarakat anak yang akan lahir selalu menyenangkan), - cakar ayam (melambangkan agar anak yang akan lahir kelak dapat mandiri dalam memenuhi kebutuhan hidupnya). - Kain terakhir yang tercocok adalah kain dari bahan lurik bermotif lasem dengan kemben motif dringin. Rujakan Terakhir adalah rujakan, di mana rasa rujak yg dibuat oleh calon ibu, juga menentukan jenis kelamin bayi yg akan dilahirkan. Jika rujaknya pedas, mengindikasikan si bayi berjenis kelamin perempuan. Lalu para tamu diperkenankan membeli rujak dengan uang kreweng dari tanah liat. Perkawinan pada umat manusia merupakan pola kebudayaan untuk mengendalikan ke'orangtua'an (parental) dan membentuk latar belakang yang kukuh untuk merawat dan mengasuh anak-anak.
Perkawinan adalah sebuah lembaga sakral. Ia hadir sebagai manifestasi dari keinginan dua insan untuk menciptakan ikatan keluarga yang suci.
Sejatinya, makna perkawinan bukan hanya sebagai urusan privat kedua pasangan, tetapi juga makna sosial sekaligus. Kedua makna ini tentu harus bersinergi satu sama lain.
Keluarga yang dibentuk merupakan kesatuan sosial terkecil yang menjadi elemen terbentuknya masyarakat.
Disadur dari berbagai sumber.
| |